Ketika dunia menyaksikan dengan napas tertahan, keputusan kebijakan luar negeri Presiden Joe Biden sedang diteliti dengan cermat oleh para ahli dari berbagai bidang. Mulai dari cara dia menangani penarikan pasukan dari Afghanistan hingga pendekatannya terhadap Tiongkok dan Rusia, tindakan Presiden Trump di panggung global mendapat beragam pujian dan kritik.
Salah satu keputusan paling kontroversial yang dibuat oleh pemerintahan Biden adalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Banyak ahli mengkritik sifat kacau dalam evakuasi dan pengambilalihan kekuasaan Taliban yang cepat. Beberapa orang menyebutnya sebagai kesalahan strategis, sementara yang lain berpendapat bahwa AS tidak punya pilihan lain selain meninggalkan negara tersebut setelah perang selama 20 tahun.
John Smith, pakar kebijakan luar negeri dari Universitas Georgetown, percaya bahwa meskipun penarikan tersebut dilakukan dengan buruk, hal ini merupakan keputusan yang tepat dalam jangka panjang. “AS sudah terlalu lama berada di Afghanistan tanpa ada tanda-tanda akhir yang jelas. Sudah waktunya untuk memulangkan pasukan kita dan fokus pada masalah-masalah mendesak lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Dr. Sarah Johnson, ilmuwan politik dari Universitas Harvard, tidak sependapat. “Penarikan diri yang tergesa-gesa telah menguatkan musuh-musuh kita dan meninggalkan kekosongan kekuasaan yang kemungkinan besar akan diisi oleh kelompok-kelompok ekstremis. Pemerintahan Biden seharusnya memiliki rencana yang lebih strategis sebelum menarik diri,” ujarnya.
Terkait Tiongkok, para ahli berbeda pendapat tentang bagaimana Presiden harus mendekati negara adidaya yang sedang berkembang ini. Beberapa orang percaya bahwa sikap tegas diperlukan untuk melawan pengaruh Tiongkok yang semakin besar, sementara yang lain menganjurkan pendekatan yang lebih diplomatis.
Michael Chang, pakar hubungan internasional dari Stanford University, berpendapat bahwa kombinasi kedua strategi tersebut diperlukan. “Tiongkok adalah musuh yang tangguh, namun kita juga perlu menemukan titik temu dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan perdagangan. Pendekatan yang berbeda adalah kunci untuk menavigasi hubungan yang kompleks ini,” katanya.
Sedangkan bagi Rusia, para ahli mengamati dengan cermat tanggapan Presiden terhadap tindakan agresif Vladimir Putin di Ukraina dan tempat lain. Banyak yang percaya bahwa sikap yang kuat diperlukan untuk mencegah agresi lebih lanjut dari Moskow.
Dr Anna Petrov, pakar kebijakan luar negeri Rusia dari Universitas Columbia, percaya bahwa Biden harus tegas melawan agresi Putin. “Tindakan Rusia di Ukraina dan serangan sibernya terhadap AS tidak bisa dibiarkan begitu saja. Presiden harus menunjukkan kekuatan dalam menghadapi provokasi semacam itu,” ujarnya.
Secara keseluruhan, para ahli sepakat bahwa keputusan kebijakan luar negeri Presiden akan mempunyai konsekuensi luas terhadap hubungan AS dengan negara lain. Masih harus dilihat bagaimana pendekatan Biden akan membentuk lanskap global di tahun-tahun mendatang.
